Pondok Pesantren Adalah Benteng Pertahanan Pendidikan Indonesia

- Jumat, 25 November 2022 | 06:05 WIB
Pondok Pesantren  (syarifuddin.net)
Pondok Pesantren (syarifuddin.net)

nunmedia.id – Di saat momentum Hari Guru Nasional Tahun 2022 ini alangkah baiknya jika kita flashback (kilas balik) peristiwa maha dahsyat kurang lebih 2 tahun yang lalu. Sebagaimana yang kita maklum, dampak dari pasca pandemi Covid-19, tatanan dunia telah banyak berubah, mulai dari tatanan ekonomi, sosial hingga pendidikan.

Jutaan anak di seluruh penjuru dunia tidak bisa lagi mengikuti kegiatan pendidikan sebagaimana mestinya. Karena pembatasan gerak sekolah terpaksa dilakukan secara daring/online. Hal ini sudah tentu mengubah perilaku dan kebiasaan semua pihak beserta berbagai keluhan dan kendalanya dalam proses pembelajaran.

Ada banyak kendala dalam pelaksanaan pembelajaran saat pandemi yang dilakukan secara daring, terutama bagi pendidikan menengah kebawah, di antaranya: minimnya dukungan fasilitas, kesiapan pendidik hingga terbatasnya kuota, sulitnya anak berkonsentrasi dalam pendidikan daring, gangguan sinyal, dan sebagainya.

Baca Juga: Dosa Baca dan Percaya Medsos Tanpa Tabayyun?

Padahal, pendidikan dasar dan menengah merupakan fondasi utama bagi anak bangsa dalam melanjutkan pendidikan tinggi dan karir ke depan, termasuk juga fondasi dalam pembentukan karakter dan akhlak, sehingga harus ada upaya yang progresif untuk meningkatkan kualitas Pendidikan saat pandemi.

Prediksi situasi Covid-19 diperkirakan akan berlangsung lama, walaupun vaksin sudah mulai disuntikan, tidak ada jaminan Corona akan berhenti. Apalagi yang bisa divaksin usia 18 – 59 tahun, sedangkan untuk usia anak tidak termasuk kategori penerima vaksin. Ini berarti bahwa pendidikan daring harus dilakukan dalam waktu lama.

Bahkan para ilmuan dan pengamat memprediksi bahwa pandemi ini akan berlangsung lama sampai 4-5 tahun ke depan. Dengan demikian, perlu ada inovasi dan kreativitas serta kebijakan yang progresif agar tidak terjadi “lost generation” karena anak tidak mendapatkan Pendidikan yang berkualitas dan memadai.

Baca Juga: Tafakur Menjelang Tutup Tahun 2022

Jika diamati secara seksama, banyak sekali kelemahan pendidikan daring, di antaranya hanya bisa melangsungkan pembelajaran minimalis berupa share materi ajar dan tugas. Sedangkan, esensi utama yang berupa proses pendidikan serta pembentukan karakter dan akhlak karimah macet total. Sistem daring membuat guru mengalami kesulitan dalam mendidik, membimbing, dan mengawasi perkembangan perilaku siswa.

Halaman:

Editor: Nurhafid Ishari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemilu 2024 semakin dekat, Apa kedudukan PPK?

Selasa, 10 Januari 2023 | 17:09 WIB
X